Guru SMP Ma’arif NU 1 Ajibarang Raih Juara I Nasional Inovasi Koperasi

Banyumas, Humas Ma’arif – Berprofesi seorang pendidik di sekolah tidak menyurutkan jiwa pria ini untuk menyalurkan bakat dan kemampuannya. Sebab bakat yang diasah akan melahirkan karya yang membanggakan. Bakat yang didukung dengan hobi akan melahirkan keterampilan dan kemahiran seseorang.

Namanya Teguh Waluyo, guru swasta dari SMP Maarif NU 1 Ajibarang, kesehariannya mengajar mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang telah sukses meraih prestasi dibidang koperasi dan wirausaha.

Meski bidang yang ditekuni tidak sesuai dengan gelar kesarjanaannya, namun karena bakat dan hobinya dapat mengantarkan ia sukses mengelola usaha di bidang perkebunan dan peternakan.

Bagi Teguh, sapaan akrabnya, perjalanan usahanya butuh kerja keras dan tidak dapat berdiri sendiri, ia mengembangkan jejaring kerjasama dengan kelompok petani muda, kelompok tani hutan dan organisasi pemuda lain sebagai mitra sekaligus pengelola usaha.

“Segala sesuatu itu butuh pengorbanan, ia merelakan untuk meninggalkan beberapa kegiatan lain untuk lebih fokus pada usaha ini. Bahkan tidak jarang setelah pulang mengajar, saya tetap bekerja sampai tengah malam,” jelasnya.

Ia telah berhasil mengelola perkebunan buah dan peternakan lebah. Keberhasilannya mengelola usaha dibuktikannya dengan prestasi. Keberhasilannya mengelola lahan mengantarkannya meraih Juara I Lomba Kewirausahaan Nasional yang telah digelar Senat Mahasiswa UMP 2017.

Teranyar, ia telah dinobatkan sebagai Juara I Nasional Lomba Inovasi Koperasi pada Hari Koperasi Nasional di GOR Satria Purwokerto 2019. Dalam waktu dekat ia akan mengikuti Lomba Pemuda Pelopor 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah mewakili Kabupaten Banyumas.

“Awalnya memang tertarik dengan dunia peternakan lebah dan mengajak pemuda yang lain untuk bersama mengelola. Dari pengelolaan kolektif itu, usaha ini terus berkembang dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” katanya, Minggu (21/7).

Teguh menyampaikan, dalam mengelola usahanya, ia tidak memiliki kiat khusus, ia hanya melakukan sesuatu yang disukai dan mudah dilakukan. Ia mengaku suka berorganisasi, suka mengajar sambil mendalami dunia pertanian dan peternakan lebah.

“Bermodal kemauan dan banyak teman di organisasi, saat itu dibuat konsep usaha yang menjangkau dan menarik banyak orang terutama pemuda. Tanpa kerjasama dengan tim pemuda tentu tidak dapat berkembang seperti sekarang ini,” paparnya.

Usaha yang telah berdiri sejak 2014 ini, bernama Prawita Garden yang mengelola kebun buah dan peternakan lebah. Kebun buah yang akan dikelola diantaranya buah jambu, anggur, cherry, durian, tin, zaitun, bidara, delima, siwak dan masih ada 60 varietas buah lainnya. Selain hasil buah, lahannya juga digunakan untuk pengembangan bibit tanaman buah yang sudah dikelola yaitu bibit tanaman buah jambu kristal, mangga dan durian.

Sementara hasil peternakan lebah telah memproduksi madu kemasan berupa madu tawon (raw honey), madu klanceng (trigona), madu lebah hutan (tawon gung), bee pollen, propolis, royal jelly dan teh madu klanceng.

Omset sekarang jauh lebih meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, omsetnya sudah dapat menutup biaya produksi dan nilai itu sudah termasuk tutup modal awal. Sehingga jalannya usaha ini cenderung sudah stabil dalam pengelolaannya.

Kebun buah dan peternakan lebah Prawita Garden berlokasi di Jalan Raya Darmakradenan RT 6 RW 2 Kecamatan Ajibarang.

(Musmuallim Maarif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *