Siswa Ma’arif Wajib Tahu Amalan 10 Muharram

Banyumas, Media Ma’arif, (29/7/2023) – Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang memiliki keistimewaan. Selain tanggal 1 yang merupakan tonggak dimulainya penanggalan Hijriyah, tanggal 10 merupakan tanggal yang di dalamnya terjadi beberapa peristiwa besar yang akan selalu di kenang oleh umat Islam.

Diantaranya pada tanggal tersebut adalah diterimanya taubat Nabi Adam AS oleh Allah SWT setelah turun dari surga, diturunkannya Nabi Nuh AS dari kapal setelah banjir bandang, diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari bakaran apinya Raja Namrud, dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari penjara, dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari dalam perut ikan Nun, disembuhkannya Nabi Ayyub AS dari penyakit kulit yang berkepanjangan dan masih banyak lagi peristiwa lainnya.

Di tanggal 10 Muharram atau yang dikenal ‘Asyura terdapat berbagai amalan sunnah. Selain puasa ‘asyura yang memiliki keutamaan dapat menghapus dosa setahun yang lalu, ada beberapa amalan lain yang dapat dilakukan pada bulan Muharram secara umum. Tidak spesifik pada tanggal-tanggal tertentu. 10 Muharram sudah barang tentu termasuk di dalamnya. Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja  was Surur  Fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur menyebutkan sejumlah amalan yang hendaknya dilakukan pada bulan Muharram.

Baca Juga :  Potret Pondok Bakung, Tuan Rumah Konfercab VII NU Banyumas

“Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalat lah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-Ikhlas 1000 kali” Arti dari beberapa bait dalam nadzom kitab Syekh Abdul Hamid.

Secara detail nadzom ini menyebutkan setidaknya ada 12 amalan yang dapat dikerjakan pada bulan Muharram, yakni melakukan shalat, berpuasa, menyambung silaturahim, bersedekah, mandi, memakai celak mata, berziarah kepada ulama baik yang hidup maupun yang meninggal, menjenguk orang sakit, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, mengusap kepala anak yatim dan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Baca Juga :  Ratusan Kera Sambut Pramuka Pengunjung Desa Wisata Cikakak

Dari pantauan Media Ma’arif melalui media sosial, sejumlah madrasah dan sekolah Ma’arif di Kabupaten Banyumas telah melaksanakan amalan 10 Muharram tersebut. Yang paling populer adalah menyantuni anak yatim dan ziaroh kepada auliya.

Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Banyumas, Edi Sungkowo mengapresiasi semua kegiatan yang dilakukan madrasah dan sekolah. “Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kepala madrasah/sekolah dan guru-guru. Siswa ma’arif harus terus dikenalkan dengan amalan 10 Muharram. Karena banyak pembelajaran dan keutamaan yang didapat”, ujarnya saat dihubungi Media Ma’arif (29/7).

Santunan anak yatim misalnya akan mendidik siswa untuk peduli kepada anak yatim. Ziaroh auliya mengajarkan kepada siswa atas perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran agama Islam. “Tentu semua amalan 10 Muharram ditujukan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan sarana mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan mencintai Nabi Muhammad SAW”, tutur Edi. (akw)

Baca Juga :  Mudik dengan Riang Gembira Bersama Sako Ma’arif NU Banyumas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *