MI MA’ARIF NU 1 PASIR WETAN DATANGKAN GURU BAHASA DARI JERMAN

INTERAKTIF: siswa MI Ma’arif NU 1 Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas berinteraksi dengan Anna Doss, mentor dari Jerman dalam pembelajaran bahasa Inggris, Senin (5/11).

BERBAGAI cara dapat dilakukan oleh satuan pendidikan untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, satu diantaranya yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU 1 Pasir Wetan, Karanglewas, Banyumas, Jawa Tengah dengan mengundang guru dari Cologne, Jerman untuk mengajar bahasa Inggris.

Awalnya MI Ma’arif NU 1 Pasir Wetan mendapatkan bantuan fisik sarana pendidikan dari lembaga Kinderhilfe, Jerman. Untuk mengembangkan pembelajaran, madrasah ini juga mengundang guru dari lembaga ini untuk mengajar bahasa Inggris.

Guru MI Ma’arif NU 1 Pasir Wetan, Hendra Yulianto, mengatakan tujuan pembelajaran ini untuk melatih siswa kreatif dalam berbahasa asing. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan warga asing secara aktif menggunakan bahasa Inggris.

“Melalui interaksi secara langsung akan memberikan motivasi belajar yang menarik. Meski hanya beberapa hari, namun upaya ini diharapkan mampu menambah minat belajar bahasa Inggris siswa,” terang pria yang juga alumnus Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto itu, Senin (5/11).

Dia menjelaskan kehadiran Anna Doss, guru dari Cologne, Jerman dapat memberikan suasana baru pembelajaran bahasa Inggris. Siswa akan semakin tertarik dan penasaran dalam setiap pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dasar menulis dan membaca dalam mata pelajaran bahasa Inggris.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi menyampaikan cara pembelajaran ini perlu dikembangkan untuk motivasi peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa.

“Suasana interaksi belajar semakin menyenangkan dengan guru sebagai model secara langsung dari ahli bahasa dan warga asing,” papar pria yang juga Wakil Dekan I FTIK IAIN Purwokerto ini.

Fauzi menambahkan, mendatangkan guru model dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat diintegrasikan dengan pelajaran seni, budaya dan keterampilan. Guru dan siswa dapat studi banding dengan guru dari warga asing.

“Kami harap ke depan terjalin kerjasama bidang pertukaran pelajar dan beasiswa studi di luar negeri. Sehingga belajar di lembaga pendidikan Ma’arif semakin membanggakan,” pungkasnya. (Musmuallim Ma’arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *