Siswa SD NU Master Sokaraja Ikuti FL2N di Jakarta

Banyumas, Humas Ma’arif –

SUKA RIA BELAJAR BERSAMA

Pagi hari kusambut gembira
Menuju sekolah dengan tawa
Menjemput ilmu bersuka ria
Dengan teman belajar bersama

Ayam berkokok dipagi hari
Menyambut hangat sang mentari
Memohon doa pada Ilahi
Agar berguna ilmu nanti

Dengan penuh suka cita
Kugendong tasku dengan bangga
Kelak ilmu kan berguna
Demi Indonesia jaya

Betapa senang hati ini
Pejelasan guru kupahami
Kelak aku besar nanti
Kucurahkan pada negeri ini

Bel pulang dibunyikan
Tanda pelajaran diselesaikan
Lelah letih kami abaikan
Demi menyongsong masa depan

 

Tulisan diatas adalah sebuah syair yang ditulis oleh Khotibul Umam Ibnu Riyadi, siswa SD NU Master Sokaraja yang mengantarkannya menjadi Juara I Lomba Cipta Syair pada Festival dan Lomba Literasi Nasional (FL2N) tingkat Provinsi Jawa Tengah dan berhak mengikuti FL2N tingkat nasional di Jakarta.

Sekarang, Umam panggilan akrabnya, sedang mengikuti FL2N tingkat nasional di Hotel Santika Premier Bintaro Jakarta dari tanggal 24 sampai 29 Juli 2019.

Kepala SD NU Master Sokaraja, Dani Sistriani menjelaskan, tahapan FL2N telah diikuti oleh siswanya. Mulai dari tingkat kecamatan sampai provinsi. Sekolah dan orang tua memberikan dukungan sepenuhnya kepada Umam, termasuk memberikan latihan dan pendampingan.

“Persiapan dan latihan telah dilakukan, belajar dari pengalaman sebelumnya, memberikan tambahan informasi untuk pengayaan tulisan pada cipta syair,” terangnya.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi menyampaikan apresiasi dan penghargaan, semoga di tingkat nasional dapat meraih prestasi gemilang.

Fauzi berpesan segala bentuk yang dilakukan sebagai pengalaman di lapangan harus menjadi bahan evaluasi dan pengembangan. Pengalaman FL2N di tingkat kecamatan sampai provinsi harus dicatat dan jadikan sebagai bekal perbaikan.

“Tulis apa yang dipikirkan, laksanakan apa yang ditulis dan laporkan apa yang dilaksanakan. Semoga harapan prestasi gemilang FL2N dapat tercapai dan untuk ditulis sebagai sejarah bagi kebaikan di masa mendatang,” pesannya.

(Musmuallim Ma’arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *