Peringati Hari Amal Bakti, Ini Harapan Guru Madrasah

Banyumas, Humas Ma’arif

Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-73 tingkat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tahun 2019 berlangsung meriah. Momentum yang selalu diperingati setiap tanggal 3 Januari itu, kali ini diselenggarakan upacara yang dipusatkan di Alun-alun Purwokerto, Kamis (3/1).

Dengan mengusung tema “Jaga Kebersamaan Umat” diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Terus saling menjaga ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah antarumat.

Acara yang dipimpin Bupati Banyumas itu, dihadiri ribuan peserta dari berbagai utusan. Tak terkecuali para guru perwakilan dari madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah dibawah naungan Kemenag. Mereka yang ikut serta dalam barisan upacara, memiliki harapan besar perubahan Kemenag terutama dalam kebijakan pendidikan di madrasah.

Peserta guru dari MI Ma’arif NU 1 Langgongsari, Cilongok, Endro Suharyanto berharap dengan peringatan HAB Kemenag tahun ini lahir terobosan baru dalam pengelolaan pendidikan dibawah naungan Kemenag. Karena madrasah membutuhkan kecepatan data dan informasi kependidikan, harap Endro dan guru yang lain.

“Untuk itu, lanjut Endro diperlukan penyegaran dalam peningkatan kapasitas pengelola data informasi di madrasah secara periodik. Sehingga pengelolaan sistem data informasi kependidikan dapat tersaji secara cepat dan akurat melayani kebutuhan pendidik,” terangnya.

Harapan lain juga disampaikan guru MI Ma’arif NU 1 Karangnangka, Kedungbanteng, Aris Hidayat menyampaikan ke depan perlu transparansi dalam kebijakan regulasi tentang guru honorer, aturan PLPG tidak harus sepuluh tahun mengabdi, namun cukup enam tahun sebagaimana aturan yang lama.

“Saya berharap Kemenag tidak memberlakukan PPG dengan waktu yang panjang. Karena waktu tiga bulan dirasa cukup lama guru yang bersangkutan meninggalkan tugas di madrasah,” jelas Aris.

Kepala MI Ma’arif NU 1 Pancurendang, Ajibarang, Ali Ma’ruf menjelaskan ke depan Kemenag lebih serius meningkatkan bantuan bidang sarana dan prasarana sehingga madrasah memiliki daya tampung yang representatif untuk belajar mengajar.

“Terlebih bantuan yang sifatnya fisik akan sangat membantu bagi madrasah yang tergolong baru. Untuk itu, perlu skala prioritas bantuan yang akan diberikan sehingga tepat sasaran,” ungkap Ali yang juga alumnus Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Purwokerto itu.

Senada dengan harapan diatas, Kepala MI Ma’arif NU 1 Lebeng, Sumpiuh, Ahmad Muhtarom mengungkapkan bahwa kebijakan yang sudah berjalan baik untuk lebih ditingkatkan. Bantuan insentif guru wiyata bakti lebih diprioritaskan. Karena itu sangat membantu meningkatkan kesejahteraan pendidik, harap Muhtarom.

“Dengan kehidupan pendidik yang sejahtera, diharapkan memajukan kinerja pendidik. Pada akhirnya dapat meningkatkan mutu madrasah agar semakin hebat, bermartabat dan membanggakan,” pungkasnya. (Musmuallim Ma’arif)

Post Author: adminweb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *