MELAYANI PENDIDIKAN MA’ARIF DENGAN TERUS BERGERAK DAN MENGGERAKKAN: Refleksi dan Proyeksi untuk Meraih Keunggulan yang Membanggakan Oleh : Prof. Dr. Fauzi, M.Ag Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas

Banyumas, Media Ma’arif (27/12/2021) — Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan berbagai nikmat dan anugrah keberkahan kepada kita sekalian khususnya kepada seluruh pengurus cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Banyumas serta para kepala sekolah/madrasah dan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang telah terus-menerus bersama-sama mengembangkan dan melayani pendidikan di lingkungan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas dengan berbagai karyanya. Semoga keberkahan selalu melimpah kepada kita semua. Aamiin.

Capaian demi capaian terus dapat kita sajikan, baik dalam aspek akademik maupun non akademik. Semua capaian itu menunjukkan bahwa kita semua di tengah-tengah situasi serba terbatas dan sulit karena pandemi covid-19, tetap berkreasi, berinovasi, berdedikasi, penuh tanggung jawab untuk terus melayani dan memastikan bahwa pendidikan kita berjalan dengan baik, agar semuanya mendapatkan capaian prestasi yang kita harapkan.

Kita semuanya menyadari bahwa pendidikan merupakan ruang dinamis. Sebagai ruang dinamis maka selalu menuntut kita untuk bergerak dan menggerakkan. Bergerak berarti bahwa kita secara terus-menerus harus melakukan inisiasi-inisiasi, melakukan kerja proaktif agar ada inovasi, terobosan, dan kreasi baru bagi pendidikan ma’arif. Pada sisi lain kita harus menggerakkan sistem, yang berarti sistem yang ada kita fasilitasi, kita damping, didorong, kita gerakan agar terus menghasilkan karya-karya terbaiknya, berbagai sistem yang ada kita gerakkan, didorong untuk berproses dan melaju dengan cepat.

Kita memiliki ribuan guru dan puluhan ribu peserta didik yang semuanya membutuhkan dinamika layanan, kesatuan gerak untuk menuju cita-cita sebagai lembaga pendidikan yang membanggakan sebagaimana yang kita canangkan pada awal periode kepemimpinan dan kepengurusan Ma’arif ini. Semua telah bersama-sama sepakat untuk mewujudkan lembaga pendidikan Ma’arif Banyumas yang membanggakan; bangga sekolah di Ma’arif, bangga menyekolahkan putra-putrinya di Ma’arif, bangga bekerja dan mengabdi di Ma’arif, bangga memiliki ma’arif, dan bangga mendapatkan layanan dan manfaat dari kerja-kerja Ma’arif.

Tentu semua itu tidak akan bisa terwujud tanpa sinergi dan kolaborasi antar kekuatan elemen-elemen penting yang ada di lembaga pendidikan Ma’arif, mulai dari pengurus baik pengurus NU di semua tingkatan dari cabang sampai ranting, para pengurus Ma’arif di tingkat cabang sampai tingkat MWC termasuk BP3MNU yang terus bermitra menjadi kepanjangan tangan dari lembaga pendidikan Ma’arif kabupaten. Sinergi kepala sekolah/kepala madrasah dan para pendidik, tenaga kependidikan untuk terus berkreasi mewujudkan integritas dan dedikasinya mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk menghasilkan karya terbaiknya bagi layanan pendidikan Ma’arif yang bermutu, termasuk juga kita kuatkan sinergitas dengan para wali murid/orang tua peserta didik kita yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk belajar mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan kita, di satuan-satuan pendidikan Ma’arif.

Baca Juga :  Pendidikan Ketahanan Bencana untuk Penguatan Karakter Siswa

Kita semuanya yakin bahwa jika sinergitas ini bisa terus kita kuatkan, di masa depan kita akan mendapatkan apa yang dicita-citakan bersama akan sebuah kebanggaan, karena memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa kita lihat dan kita rasakan. Tentu kita tidak menginginkan satuan pendidikan Ma’arif yang berjumlah ratusan yang tersebar di seluruh kabupaten Banyumas ini, dari desa sampai kota, mulai dari tingkat SD/MI, MTs/SMP, sampai tingkat SMA/SMK/MA hanya beberapa yang kita proyeksikan sebagai yang unggul atau diunggulkan.

Akan tetapi kita menginginkan keunggulan ini menjadi sesuatu yang bersifat “kesemestaan”, ada dimensi pemerataan berbasis keunikan, kekhasan, dan kondisi lokalitas masingmasing. Artinya apa? unggul semua, tidak ada yang merasa diunggulkan, tetapi semuanya merasa dan dapat menjadi yang unggul. Inilah substansi keunggulan yang membumi, bukan keunggulan yang bersifat elitis dan dikotomik. Karena keunggulan sejatinya akan berkaitan dengan dimensi yang kompleks, ragam, dan tentu akan berkaitan keunikan dan kekhasan masing-masing. Inilah hakikat keunggulan yang kita gagas dan kita canangkan untuk kita raih bersama-sama dalam kekuatan potensi jama’ah dan jam’iyah kita.

Untuk mencapai “pemerataan” keunggulan itu bukanlah hal mudah karenanya kolaborasi, kesepahaman, dan komitmen dalam kebersamaan ini menjadi sesuatu yang teramat penting dan mahal, dan inilah kekuatan optimisme kita. Lembaga-lembaga pendidikan yang sudah lebih kuat men-support, memberikan dukungan sumber dayanya kepada lembaga pendidikan yang masih membutuhkan dukungan-dukungan tertentu. Semua bergerak dan dapat menggerakan sistem yang ada dengan komitmen dan kebersamaan berjam’iyah. Masing-masing satuan pendidikan untuk menjadi lembaga yang unggul dengan kekhasan, keunikan, dan distingsinya masing-masing.

Karenanya, ketika kita berbicara sekolah dan madrasah unggul sejatinya adalah semuanya bisa menjadi unggul dengan karakteristik sesuai dengan potensi dan lokalitasnya masing-masing. Tahun 2022 kita canangkan sebagai tahun “bergerak dan menggerakkan”, tahun mewujudkan keunggulan sumber daya dan potensi lokal masing-masing. Kita dorong semua satuan pendidikan dengan keunikan dan keunggulannya untuk meraih capaian prestasi yang membanggakan sesuai dengan situasi, kondisi, dan kekuatan masing-masing. Dengan demikian pada saatnya kita akan temukan lembaga-lembaga pendidikan di Ma’arif ini memiliki keragaman keunggulan capaian-capaian prestasi yang bisa kita lihat dan kita buktikan.

Baca Juga :  LP Ma’arif NU Banyumas Telaah Kisi-Kisi Ujian Satuan Pendidikan

Kita menginginkan lembaga pendidikan Ma’arif akan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam arti yang sesungguhnya, bukan keunggulan pada aspek akademik semata tapi keunggulan pada berbagai dimensi yang tentu akan memberikan warna keragaman dan cita rasa sebagai realitas yang majemuk. Karena sejatinya keunggulan itu tidaklah bersifat satu, tidaklah tunggal, keunggulan itu bukanlah sesuatu yang bersifat homogen tetapi memungkinkan ada heterogenitas sehubungan dengan realitas potensi, problematika dan kearifan lokal masing-masing. Karenanya kita semuanya harus yakin dan mendorong semua lembaga pendidikan, satuan pendidikan sekolah madrasah Ma’arif akan menjadi unggul berbasis kekhasan, keunikan, dan lokalitasnya masing-masing. Tanpa itu semua maka akan ada superioritas dan inferioritas. Jika kita menginginkan hanya ada satu lembaga yang kita unggulkan berarti akan muncul desain superioritas dan pada sisi yang lain akan lahir sikap inferioritas, akan muncul lembaga kecil yang tidak dianggap atau tidak diunggulkan, karenanya dalam rangka membangun equality, kesetaraan dalam kemitraan maka semuanya kita dorong menjadi yang unggul dalam konteks dan kekhasannya masing-masing.

Kepada seluruh keluarga besar Ma’arif kita harus kuatkan trisula pendidikan, apa itu? Anak, guru, dan orang tua. Kita kuatkan potensi guru, kita kuatkan potensi orang tua, kita sinergikan potensi guru dan orang tua untuk menguatkan peserta didik kita menjadi unggul, peserta didik harus menjadi arah target untuk kita kembangkan potensinya secara bersama. Tentu saja apa yang kita harapkan ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya baik yang bersifat akademik maupun non akademik, tata kelola kelembagaan juga menuntut kita untuk terus kita kuatkan dan kita inovasi bersama, dalam aspek administrasi juga demikian. Kita jadikan pelajaran bahwa pada sisi itu kita masih butuh perbaikan, butuh penguatan, butuh penataan basis-basis data, integrasi data harus menjadi prioritas ditahun 2022 karenanya kita di masa depan harus memiliki kesadaran bahwa Lembaga Pendidikan yang bagus adalah Lembaga Pendidikan yang memiliki sistem informasi dan didukung dengan basis data yang kuat.

Baca Juga :  Peringati HSN, Siswa SD NU Master Sokaraja Budayakan Pembiasaan Santri

Karenanya ada harapan besar kepada kepala sekolah dan madrasah untuk betul-betul menguatkan investasi dibidang sumber daya informasi, teknologi informasinya harus dikuatkan, basis data harus dikuatkan, semuanya harus bergerak menjadikan data sebagai kekuatan kita dalam mengambil kebijakan dan keputusan dalam mengembangkan lembaga pendidikan kita, tanpa data yang valid, kredibel dan akuntable maka kebijakan juga akan lemah. Kebijakan harus berbasis pada data agar kita memiliki kesempatan untuk membuat inovasi pada sisi mana yang harus kita kuatkan. Data menjadi sumber informasi penting dalam rangka pengambilan kebijakan.

Dalam rangka mengakhiri tahun 2021 ini kita harus menguatkan media informasi kita, Lembaga Pendidikan Ma’arif harus kuat dalam publikasi, media sosial harus kita kuasai, bukan hanya dari aspek kita mengomentari tetapi kita warnai, mengomentari berarti kita pasif atas apa yang disajikan orang, tapi pada sisi yang lain kita harus siap untuk mewarnai, menghadirkan menu sajian dengan capaian kita melalui media-media yang ada, baik media cetak ataupun elektronik. Karenanya kita harus kuatkan tata Kelola media ini.

Pada tahun 2022 juga kita sudah harus memulai mengawali mewujudkan mimpi kita memiliki basis pengembangan SDM. Kita akan memulai untuk mewujudkan MBTC (Ma’arif Banyumas Training Center). Dari tempat inilah kita bercita-cita memiliki fasilitas untuk mendidik, melatih, mengembangkan, dan menyiapkan sumber daya Manusia kita. Modal awal berupa tanah seluas 2.216 meter persegi yang kita beli dan terletak di Desa Rempoah kecamatan Baturaden. Dari tempat yang sejuk itu, kelak akan kita gerakkan SDM Ma’arif Banyumas. Mari bersama kita wujudkan cita-cita dan mimpi ini. Semoga Allah meridhai dan memberkahi. Selamat mengakhiri tahun 2021, mari kita songsong tahun 2022 sebagai tahun dimana kita akan terus bergerak dan menggerakkan, mewujudkan Lembaga Pendidikan Ma’arif Banyumas yang membanggakan. Terimakasih kepada semuanya, sukses selalu, salam sehat.

Tinggalkan Balasan