LP Ma’arif NU Banyumas Gelar Workshop Telaah Instrumen Akreditasi

 

Banyumas, Humas Ma’arif – Hasil akreditasi menjadi tolok ukur keberhasilan pengelolaan kelembagaan bagi madrasah. Ketercapaian standar evaluasi akreditasi menjadi indikator dalam pengembangan kelembagaan selama lima tahun.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi saat pembukaan workshop telaah instrumen akreditasi bagi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU sasaran akreditasi tahun 2019 di Aula MI Ma’arif NU 1 Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (2/3).

Untuk itu, lanjut Fauzi, kesiapan isian instrumen dan dokumen administrasi harus dipahami oleh madrasah. Pencapaian standar minimal instrumen harus bisa dicapai agar mencapai nilai yang memuaskan.

“Workshop ini diikuti oleh 33 MI Ma’arif NU sasaran akreditasi tahun 2019. Fokus workshop ini pada pemahaman isian instrumen akreditasi sebagai peningkatan kapasitas kelembagaan yang terukur dari tahun ke tahun,” jelas pria yang juga Wakil Dekan I FTIK IAIN Purwokerto itu.

Dihadapan 66 peserta workshop yang terdiri dari Kepala dan Guru MI Ma’arif NU sasaran akreditasi itu, Fauzi menjelaskan madrasah harus mengoptimalkan seluruh elemen madrasah dan masyarakat untuk bersama “nyengkuyung” akreditasi madrasah. Sehingga saatnya visitasi akreditasi, semua telah siap dan lengkap.

“Mohon dengan hormat pengawas untuk mendampingi dan madrasah dimohon proaktif berkoordinasi untuk kesiapan dan perbaikan dalam tahapan menuju akreditasi,” terangnya.

Salah satu narasumber, Siti Asiyah menyampaikan materi telaah instrumen akreditasi standar proses dan standar kompetensi lulusan.

Untuk mengembangkan standar proses, lanjut Asiyah dapat melibatkan sumber daya lokal, yaitu tokoh agama dan masyarakat sekitar, ahli atau profesi tertentu yang terjangkau oleh lingkungan madrasah.

“Potensi lokal yang dimiliki madrasah dapat dilibatkan untuk pengembangan muatan lokal. Sehingga pengembangan lembaga sesuai dengan kearifan lokal setempat yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Hadir sebagai narasumber yaitu Ani Widosari, Hidayaturrohmah, Siti Asiyah dan Kirtam. Sementara materi yang disampaikan yaitu akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu, telaah instrumen akreditasi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan dan sarana prasana, standar pengelolaan dan penilaian serta standar pembiayaan. (Musmuallim Ma’arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *