Banyumas, Humas Ma’arif – Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) Banyumas berkumpul khidmat mengikuti istighosah kubro di Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Ahad (3/3) sore.

Tak terkecuali bagi guru Ma’arif NU yang turut serta hadir mengikuti acara doa bersama untuk keselamatan bangsa. Acara yang digelar oleh Kader Penggerak NU Banyumas itu, dihadiri oleh pembicara KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dari Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

Bagi guru Ma’arif NU, menghadiri istighotsah kubro sudah menjadi panggilan jiwa sebagai kader dan warga NU. Selain itu memang telah diinstruksikan dari Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Banyumas melalui surat resmi.

Peserta dari guru MTs Ma’arif NU 1 Kemranjen, M. Hidayaturrohman menyampaikan pihaknya datang bersama dengan rombongan pendidik dari Kemranjen.

“Kedatangan kami ingin bersilaturrahim dengan warga NU Banyumas. Selain memang memenuhi undangan panitia dan instruksi dari Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas,” terangnya.

Rohman menambahkan, Ia bersama guru Ma’arif NU yang lain hadir ingin mengirim seberkas doa secara berjamaah, tujuannya agar bangsa ini diberi keselamatan.

Indonesia dapat selamat dari pihak yang ingin merongrong memecahbelah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tambah Rohman.

“Negara ini harus dijaga bersama dari serangan radikalisme yang ingin merubah dasar dan sistem negara sesuai keinginan pihak tertentu,” papar Rohman menjelaskan pesan pidato kebangsaan dari pembicara Gus Yusuf.

Isnandar Zaenal Fathurokhman, peserta dari guru SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang menuturkan inti dari pertemuan ini menjalin silaturrahim sesama “sedulur” NU dengan berdoa untuk keselamatan bangsa.

Dalam pesan pidato yang diterima, lanjut Isnandar, Gus Yusuf memberikan pencerahan cara memilih pemimpin itu harus baik agamanya. Karena agama menjadi pondasi hidup bagi seseorang.

“Terlebih bagi warga NU harus membumikan ajaran Islam ala ahlussunnah waljamaah. Menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin yaitu Islam yang ramah bukan Islam yang marah dan Islam yang merangkul bukan Islam yang suka memukul,” pungkas Isnandar menirukan gaya Gus Yusuf.

Sebelumnya, Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas telah menerbitkan instruksi kepada satuan pendidikan dengan surat nomor 077/PC.33/LP.Mrf/A/III/2019 tanggal 1 Maret 2019 M atau 23 Jumadil Tsani 1440 H tentang Instruksi Kehadiran Istigotsah Kubro Warga NU untuk Keselamatan Bangsa.
(Musmuallim Ma’arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *