Banyumas, Media Ma’arif (22/5) – Program Ma’arif Peduli MI Ma’arif NU Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng telah membagikan ratusan masker dan takjil untuk masyarakat Karangnangka dan sekitarnya. Guru memberi paket sembako dan menanam bibit ubi kayu untuk mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong di lingkungan setempat.
“Program penanaman bibit ubi kayu menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk ramah lingkungan. Menanam lahan kosong dengan ubi yang ditujukan sebagai antisipasi bahan makanan pengganti beras di saat pandemi,” kata Sugeng, Kepala MI Ma’arif NU Karangnangka, Kedungbanteng, Banyumas, Kamis (21/5/2020).
Sugeng menyampaikan, program ini menjadi kali pertama bagi madrasah. Saat pandemi ini, rasa kepedulian terhadap sesama sedang diuji, sikap kedermawanan diperlukan untuk meringankan beban orang lain.
“Masa pandemi ini, keterbatasan pembelajaran sangat dirasakan oleh guru. Namun kendala ini kami jadikan semangat untuk tetap optimis dapat memperoleh siswa baru sesuai dengan target,” paparnya.
Target ini, lanjut Sugeng, dibarengi dengan upaya optimalisasi penjaringan siswa baru. Termasuk kegiatan ini bagian dari sosialisasi penerimaan siswa baru yang didukung oleh LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas.
“Semua bantuan telah disalurkan kepada masyarakat sekitar madrasah. Semoga upaya ini semakin mendekatkan madrasah dengan masyarakat, memberi manfaat untuk meringankan beban sesama,” harapnya.
Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menjelang tahun pelajaran 2020/2021 satuan pendidikan Ma’arif harus mampu menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan saat masa pandemi.
“Semua siswa diupayakan untuk bisa melampaui hasil kriteria kelulusan minimal. Sehingga semua siswa dapat naik kelas dan lulus sesuai target,” pintanya.
Selain itu, lanjut Fauzi, gunakan media online sebagai sarana pendaftaran siswa baru dan selalu terapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.
Dalam arahannya, Fauzi juga meminta seluruh guru agar tetap bersabar hadapi pandemi. Dalam kesabaran itu, munculkan ide kreatif pembelajaran dengan menekankan pendidikan moral anak saat dirumah bersama orang tua.
“Kendala belajar daring harus disikapi secara bijaksana dan fleksibel. Hasil pembelajaran lebih fleksibel sesuai dengan kapasitas dan kemampuan siswa,” tegasnya.
Musmuallim