MA MA’ARIF NU CILONGOK BERSIAP JADI MADRASAH KETERAMPILAN

Banyumas, Media Ma’arif (06/4/2021)–Seiring perkembangan era revolusi industri 4.0, Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Cilongok, Banyumas bersiap buka program unggulan keterampilan. Langkah itu dimulai dengan melakukan studi banding ke MA Al-Irsyad Gajah, Demak, Senin (5/4/2021).

Tim Pengembang MA Ma’arif NU Cilongok, Akhmad Muzaki menyampaikan tujuan studi banding untuk mencari formula baru program khusus keterampilan. Sebagai upaya peningkatan layanan pendidikan, kinerja internal, dan program madrasah 2021.

Muzaki menambahkan, program studi banding diniatkan dari awal untuk mencari gambaran program MA Plus Keterampilan. Sesuai surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, MA Plus Keterampilan akan menjadi pilot project bagi MA lainnya.

“Hasil studi banding ini akan menjadi dasar penyusunan program keterampilan. Penyusunan konsep ini akan segera direalisasikan dibawah koordinasi LP Ma’arif NU Banyumas,” jelasnya.

Apabila tahun 2021, lanjut Muzaki sudah mengajukan usulan program, maka akan menjadi satu-satunya MA Plus Keterampilan sesuai nomenklatur Kemenag RI. Sehingga madrasah semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat.

“Tahun ini (2021) diusulkan, agar segera terwujud program pembekalan lifeskill siswa. Kelak dapat mendistribusikan alumni untuk masuk sektor industri dan dunia usaha.

Kepala MA Ma’arif NU Cilongok, M. Asror Sa’bani mengapresiasi MA Al-Irsyad Gajah, Demak yang sudah menyelenggarakan program keterampilan sesuai keputusan Dirjen Pendis. MA swasta yang berhasil mengelola dan menjadi percontohan program keterampilan.

Asror menceritakan, pada ajang PORSEMA dan OSKANU, MA Al Irsyad Gajah, Demak seringkali menjadi lawan tanding MA Ma’arif NU Cilongok dalam perlombaan di tingkat nasional. Namun pada kesempatan kali ini, MA Al-Irsyad Gajah, Demak menjadi madrasah percontohan yang inspiratif, kenang Asror.

“Kami tidak akan menjiplak yang sudah dilakukan MA Al-Irsyad Gajah, Demak, namun kami akan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pengembangan itu akan disesuaikan dengan daya dukung, sumber daya, dan kemampuan teknis yang tersedia,” pungkas Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Banyumas tersebut.

(Yanuareza/Musmuallim)

Tinggalkan Balasan